BADAI MUSIM KEMARAU

 BADAI MUSIM KEMARAU



Dikala daku membaca buku

Dan tangan melembar satu demi satu

Mata melirik ke wajah yang ayu

Tersenyum manis semanis madu

Dengan dunia seolah bisu.


Hati bertanya sendiri,

Apakah ia bisa dimiliki?

Apakah sanubari telah ada yang mengisi?

Jika iya, maka biar aku pergi. Tetapi,

Jika tidak maka biar aku mencintai.


Namun apa daya.

Atma tak percaya pada asmara

Takut membuat orang terluka

Logika benci pada cinta, 

Walakin dari benci jadi cinta.


Itulah paradoks manusia 

Bagai badai musim kemarau

Bagai benalu penghisap rindu

Walakin begitu daku tahu

ini masa untuk menutup buku

Mengakhiri perjalanan memulai yang baru.


Dan dikala daku membaca buku

Tangan melembar satu demi satu

Mata menangkap cahaya darimu

Engkau membalas melambai padaku

Dan kubalas senyuman rayu.


Karya : Ahmad Tetsuya

2 April 2026

Komentar

Postingan Populer